Review Sharp Aquos Sense 4 Plus, HP Kelas Menengah Rp 4 Jutaan

review-sharp-aquos-sense-4-plus-hp-kelas-menengah-rp-4-jutaan

Review Sharp Aquos Sense 4 Plus, HP Kelas Menengah Rp 4 Jutaan – Sharp telah meluncurkan produk terbarunya di Indonesia yaitu Aquos Sense 4 Plus yang merupakan ponsel berukuran sedang dengan harga Rp 4 jutaan.

Review Sharp Aquos Sense 4 Plus, HP Kelas Menengah Rp 4 Jutaan

review-sharp-aquos-sense-4-plus-hp-kelas-menengah-rp-4-jutaan

icc-greaterchicago – Di permukaan, ponsel ini punya spesifikasi lumayan untuk perlengkapan kelas menengah. Seperti Snapdragon 720G, layar 90Hz, sertifikasi IP6X, dll. Tapi bagaimana performanya?

Kesan pertama saat menggenggam ponsel ini adalah bodinya terasa mewah, dan bagian belakangnya terkesan terbuat dari kaca, meski sebenarnya berbahan polycarbonate. Di bagian belakang ada sensor sidik jari dan modul kamera persegi. Kelihatannya kaku, tapi sangat unik.

Bodinya sendiri sangat besar, karena meski layarnya hanya 6,7 ​​inci, bezelnya cukup tebal di semua sisi layar. Ada dua lubang di bagian atas untuk menyimpan kamera.

Layarnya memanfaatkan panel indium galium zinc oxide (IGZO) khas Sharp, bersama dengan resolusi FHD+ dan punya refresh rate 90Hz. Perlu diingat, refresh rate di ponsel ini tak seperti di kebanyakan ponsel lain yang bisa diatur secara keseluruhan.

Di Aquos Sense 4 Plus, refresh rate ini wajib di atur per aplikasi. Jadi kalau tersedia aplikasi spesifik yang ingin dilakukan bersama dengan refresh rate 90Hz, maka hal tersebut wajib diatur secara manual. Oh ya, touch samplingnya terhitung lumayan tinggi, yakni 120Hz, yang membuat layarnya tambah peka pada sentuhan.

Sharp sendiri memang menujukan ponsel ini untuk bermain game, sebab chip yang dipakai pun memang bertujuan untuk game, yakni Snapdragon 720G, bersama dengan RAM 8GB dan storage 120GB.

Ada terhitung mode Gaming UI yang bakal menyala waktu dipakai bermain game. Dalam mode ini, ponsel bakal melaksanakan sejumlah penyesuaian, seperti tak menampilkan notifikasi yang bakal mengganggu waktu penggunanya bermain game.

Namun memang game yang dimaksud di sini adalah game yang terbilang mudah seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends, yang keduanya bisa dimainkan bersama dengan resolusi tertinggi tanpa ada frame rate drop.

Namun untuk game kelas berat seperti Genshin Impact, lebih-lebih di pengaturan paling rendah pun sering berlangsung frame rate drop, alias gamenya sering tersendat.

Untuk konsumsi konten video, ponsel ini lumayan menyenangkan. Layarnya besar, dan lumayan berkualitas. Lalu speakernya pun stereo, yang bisa membuahkan suara lumayan keras.

Sementara soal baterainya yang berkapasitas 4.120 mAH, untuk penggunaan harian yang mudah masih bisa bertahan seharian. Namun untuk bermain game, terlebih yang berat, bakal jauh lebih cepat habis.

Soal kamera, tersedia empat kamera belakang, yakni kamera utama 48 megapixel, kamera ultrawide 5 megapixel, dan kamera makro dan juga depth 2 megapixel. Secara singkat, ini adalah kelemahan dari Aquos Sense 4 Plus.

Di kamera utamanya, foto yang dihasilkan membawa saturasi yang menurut kami terlampau tinggi, meski tidak selalu. Terkadang terhitung saturasinya netral, dan kadang terhitung terlampau kusam.

Lalu dalam suasana gelap, noise yang dihasilkan relatif lebih tinggi dibanding kamera di ponsel lain yang sekelasnya. Begitu terhitung bersama dengan autofokus yang terbilang lambat.

Terlepas dari semua itu, Kedatangan Aquos Sense 4 Plus ini lumayan meramaikan pasar ponsel kelas menengah di harga Rp 4 jutaan, yang selama ini diisi ponsel dari pabrikan yang itu-itu saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *